BAJAUINDONESIA.COM: Kotabaru, Kalimantan Selatan, Juli 2026 – Presiden Perkumpulan Orang Same Bajau Indonesia (POSBI), Erni Bajau, menghadiri Festival Budaya Saijaan (FBS#12) Tahun 2026 di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dalam rangkaian festival yang mengangkat tema “Magic From The Sea: Merajut Budaya, Menyapa Dunia”, Erni Bajau dipercaya sebagai narasumber pada Forum Diskusi Budaya Saijaan yang mempertemukan akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, pemerintah, dan pemerhati budaya Bajau Samah. Festival berlangsung pada 22–26 Juli 2026 dan kembali menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Dalam paparannya, Erni Bajau menegaskan bahwa masyarakat Same Bajau merupakan bagian penting dari identitas maritim Indonesia yang memiliki kekayaan pengetahuan tradisional, bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, pelestarian budaya Bajau tidak cukup hanya melalui pertunjukan seni, tetapi juga harus diperkuat melalui dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Budaya Bajau adalah bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang harus dijaga bersama. Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat Bajau, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa agar warisan budaya maritim Indonesia tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujar Erni Bajau.
Forum diskusi tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai strategi pelestarian budaya Bajau Samah, penguatan identitas budaya maritim, serta pengembangan potensi budaya sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan. Erni Bajau juga memperkenalkan berbagai inisiatif POSBI dalam bidang pendataan, literasi, dokumentasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat Same Bajau di berbagai wilayah Indonesia.
Keikutsertaan Presiden POSBI sebagai narasumber menunjukkan semakin besarnya pengakuan terhadap peran organisasi dalam memperjuangkan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Same Bajau. POSBI berharap momentum Festival Budaya Saijaan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya maritim Indonesia agar tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.



















