Tempat Objek Wisata di Bangkep Perlu Pembenahan (Pamannang Wisata ma Bangkep Perlu Dipakkialak)

Avatar

Artikel ini ditampilkan sebagai salah satu dari 3 Peserta Peraih Nominasi Pemenang Lomba Menulis Berita dan Artikel Berbahasa Bajau yang diselenggarakan oleh POSBI (Persatuan Orang Sama Bajau Indonesia)
Link Lomba: POSBI Menggelar Lomba Menulis Berita dan Artikel Berbahasa Bajau, Mengawali Lomba Foto, Lomba Video, dan Festival Pemilihan Putra Putri Bajau Indonesia 2021

Artikel ini ditampilkan sebagaimana adanya, tanpa mengubah apapun.

Silakan bantu voting peserta untuk memperebutkan Juara 1 dengan membantu membagikan artikel ini sebanyak-banyaknya, Voting ditutup Tanggal 13 Mei 2021.

Pamannang Wisata ma Bangkep Perlu Dipakkialak

PERMANDIAN WISATA DESA KAUTU: itu termasuk dakau pamannang pammandiang wisata ma nia ma Kampoh Kautu, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Pamannang itu biesene rame dipappurongang lamu setiap llow Minggu. (Foto: Irfan Majirung/Banggai Kepulauan)

 

BANGGAI KEPULAUAN, SALAKAN- Nggaik dakisik pamannang pariwisata ma kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah, khususna ma dialang kota Salakan, takatonang masih nia anu malasso sikali.

Meselehne, pamarentah ma itu takatonang masih kurah nilek peluang pamannang malasso untuk wisata manditu. Contohne, pammandiang ma kampoh Kautu, kecamatan Tinangkung, Bangkep.

Ma pamannang iru, lamu nia manusia ana ka iru nggek dipalakuang doi (gratis). Harusne, pamarentah daerah pugeyne aturang bayar doi karcis lamu nia anapasak ka pamannang iru. Supeye kolene makania hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) ma lahak iru.

Sukarman Galus, masyarakat ma kampoh Salakan, kecamatan Tinangkung, nileine pamarentah ma itu rue anu kurah ngarespon beke pamannang pariwisata malasso mania ma daerah kabupaten Banggai Kepulauan.
“Aha, pamarentah daerah ma itu takitaku masih kurah inovasine untuk ana mugey pamalasso pamannang wisata ma itu,”nuntuk si Korea, arang pamallow iye, waktu ditilou Rabu (17/3/2021).

BACA JUGA:  Ketua IPMAJOR, Hendra Nawawi: Pemda Halsel Kurang Perhatian pada Fasilitas Pendidikan di Joronga

Sebenarne masih pere pamannang wisata malasso padikaporeang lamu llow libur. Seperti Siddigusoh Teduang ma kampoh Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Boe Cappak Likka ma Bulluk Tembang ma kampoh Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara, Lubbangang Tendetung ma Kampoh Kanali, Kecamatan Totikum Selatan, Pulou Peleng ma Kampoh Alul, Kecamatan Bulagi, Pulou Bakalan ma Kampoh Bakalan, Kecamatan Tinangkung, Lubbangang Paisupok ma Kampoh Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Lubbangang Alani ma Kampoh Apal, Kecamatan Bulagi Selatan, beke Siddi Gusoh Mandel ma Kampoh Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara.

Mememong pamannang wisata ma nia ma iru, nggaik didukung ele pembangunan infrastruktur. Lalang paluppasang ana kapore jedu, nggaikna dipakkialak pamalasso.
“Sehingge lamu nia manusia atau pengunjung na ka pamananng iru, lalang madilewatine masih rahak,”nuntupang Korea.

Dadi lanjutne, Pemda Bangkep harus serius sikali ye makkialak infrastruktur lalang pamannang-pamannang pariwisata ma lahak itu. Supeye lalangne nggaik susah lamu tannah nia adamboroh/wisatawan naka pairu.
“Beke keuntungan sadirine adalah kolene munang manfaat untuk kallumang masyarakat ma sekitar iru,”baong Korea.

Korea nambangang, lamu infrastruktur pamannang wisata sudahne ta pakkialak pamalasso, pasti akan pere jenna investor nanang sahamne ma daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. (irfan)

BACA JUGA:  Sukses Selenggarakan Dialog Persaudaraan Bajau Internasional, POSBI Agendakan Kongres

====TERJEMAHAN BERITA DALAM BAHASA INDONESIA====

Tempat Objek Wisata di Bangkep Perlu Pembenahan

PERMANDIAN WISATA DESA KAUTU: Inilah salah satu tempat permandian wisata yang ada di Desa Kautu, kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Tempat ini biasanya sering ramai dikunjungi pada setiap akhir pekan. (Foto: Irfan Majirung/Banggai Kepulauan)

BANGGAI KEPULAUAN, SALAKAN- Tidak sedikit potensi pariwisata di daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya kota Salakan, terbilang sangat indah.

Masalahnya, pemerintah daerah setempat dinilai warga masih kurang memerhatikan potensi keindahan wisata alam dan bahari tersebut. Seperti permandian wisata yang terletak di desa Kautu, kecamatan Tinangkung, Bangkep.

Di tempat ini, para pengunjung yang datang ke lokasi permandian tidak dipungut biaya (gratis), Semestinya pemerintah daerah setempat memberlakukan biaya karcis masuk atau retribusi, sehingga bisa menggenjot pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sukarman Galus, salah seorang warga kota Salakan, kecamatan Tinangkung, menilai pemerintah daerah saat ini sepertinya kurang peka dengan banyaknya objek-objek wisata alam di daerah Kabupaten Bangkep.
“Ya. Sepertinya pemerintah derah masih kurang inovasi untuk menggarap serius potensi-potensi alam yang ada di daerah ini,”ujar Korea, sapaan akrab pria ini saat dimintai tanggapan, Rabu (17/3/2021).

Sebenarnya masih banyak tempat wisata yang menarik dikunjungi saat liburan di daerah Kabupaten Bangkep. Seperti Pantai Teduang yang terletak di Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Air Terjun Tembang di Desa Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara, Danau Tendetung di Desa Kanali, Kecamatan Totikum Selatan, Pulang Peleng di Desa Alul, Kecamatan Bulagi, Pulau Bakalan di Desa Bakalan, Kecamatan Tinangkung,
Danau Paisupok di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, dan Danau Alani di Desa Apal, Kecamatan Bulagi Selatan, serta Pantai Mandel di Desa Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara.

BACA JUGA:  Nasir Nasire: Sukseskan Literasi Anak Laut

Semua keberadaan objek wisata tersebut sama sekali belumlah ditunjang oleh pembangunan infrastruktur yang memadai. Akses jalan menuju objek wisata pun belum tertata dengan baik.
“Sehingga jika para wisatawan ingin berkunjung ke tempat tempat tersebut, perjalanannya pasti akan melewati jalan rusak,”terang Korea.

Karena itu, lanjut dia, Pemda Bangkep harus serius mengelola infrastruktur sejumlah objek wisata tersebut secara maksimal. Agar dapat memudahkan akses masuk bagi wisatawan.
“Selain itu dampak lainnya adalah bisa memberikan manfaat perekonomian bagi masyarakat setempat,”ungkap Korea.

Korea menambahkan, jika infrastruktur lokasi wisata sudah terbangun dengan optimal, maka dipastikan akan banyak investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya di daerah Kabupaten Bangkep. (irfan)

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
× Chat Redaksi