oleh

Siswa-Siswi Bajau Pulau Kera Peringati Hari Guru di Tengah Isu Penggusuran dan Ancaman Pengosongan Pulau

BAJAUINDONESIA.COM: Pulau Kera Pagi ini, Senin 25 November 2019. Lihat pepohonan di belakang siswa-siswi yang berbaris itu. Setelah apel pagi ini selesai, anak-anak Kelas 1 dan 2 akan menuju ke pohon tepat di belakang mereka untuk memulai kegiatan belajar-mengajar.

Siswa kelas 3 menggunakan ruangan dari bilik bambu seukuran kamar kos (kurang lebih 3×3 m), sementera kelas 4 menggunakan teras masjid.

https://www.instagram.com/p/B5W-C6Jnt0C/?utm_source=ig_web_copy_link

Sebentar lagi hujan, mereka akan berkumpul dan belajar bersama di dalam masjid.

Apakah pembelajarannya efektif? Mereka tak butuh semua itu. Yang terpenting bagi mereka adalah bisa mendapatkan ijazah.

Sudah belasan genarasi Bajau (Suku Sama/Orang Bajo) di atas meraka melakukan hal yang sama, namun mereka tak memiliki ijazah, karena jalur pendidikan mereka bersifat nonformal.

Baca Juga:

Tepatnya dua tahun lalu, kami menggabungkan mereka dengan sekolah kami di MIN Kupang Kelurahan Sulamu, Mereka tetap bersekolah di Pulau tersebut karena memang kami beda pulau, Sulit rasanya, namun setidaknya mereka bisa mendapatkan ijazah layaknya anak-anak lainnya. Bisa dibayangkan betapa bahagianya orang tua mereka disana, ketika mendengar niat baik kami ini.

Sayangnya, mereka selalu hidup dalam kekewatiran. Isu tentang Penggusuran mereka dan Pulau Kera akan dijadikan sebagai tempat Kasino (tempat perjudian) menjadi ancaman serius bagi mereka.

Entah sampai kapan mereka bisa mempertahankan diri di pulau itu.

Selamat hari guru untuk ketiga guru kami di sana. Menjanjikan kalian akhirat, itu masih terlalu jauh. Namun membuat kalian tetap bertahan hidup dengan dana BOS secukupnya, hanya itu yang bisa kami berikan saat ini.

SUBSCRIBE AND LIKE Danakang

Tulisan oleh: Ifac Fadhila

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *