Rampa, Pemukiman Suku Bajau di Tenggara Kalimantan

BAJAUINDONESIA.COM – RAMPA, Banjar, Bugis dan Mandar. Tak sedikit diantara mereka yang menikah dengan ketiga suku tersebut. Dan di rampa, di pemukiman suku Bajau itu, tak cuma suku Bajau lagi, tapi terdapat suku lainnya yang bermukim. Ciri fisik orang dari suku Bajau di daerah adalah, tinggi badan sedang rata-rata orang Indonesia, rambut hitam lurus (kebanyakan), dan kulit hitam, lebih hitam dari suku-suku lainnya di sekitar mereka. Makanya di daerah saya jika ada yang berkulit lebih hitam selalu diasumsikan sebagai orang Bajau. Kemungkinan yang paling logis kenapa orang Bajau lebih berkulit hitam adalah, karena mereka menggunakan lebih banyak air laut yang asin daripada air tawar. Orang Bajau menggunakan air tawar untuk minum, memasak, membilas cucian yang sebelumnya menggunakan air asin. Untuk keperluan mandi, mereka menggunakan sedikit air tawar saat berbilas sehabis mengguyur tubuh dengan air asin. Lebih hitamnya kulit orang Bajau di daerah saya ini, tak saja para pria, tapi juga wanitanya. Namun kini seiring dengan kemajuan teknologi informasi, sudah banyak para wanita dan gadis-gadis Bajau yang memperhatikan penampilan dan kecantikan mereka. Tak sedikit kini gadis-gadis Bajau yang agak kekuningan atau agak putih ketimbang para orangtua mereka dulu. Gadis Bajau di tempat saya sudah tak beda dengan gadis Banjar maupun Bugis. Ungkapan atau anekdot yang mengasumsikan kulit lebih hitam di daerah saya, agaknya sudah kurang tepat lagi kini.
Sumber : PUTRAPUTRIBJ
Editor : Ghozi Ahmad
bajauindonesia.com
error: Content is protected !!