Lewat ke baris perkakas

Orang Laut itu Bukan Suku Bajau/Bajo

BajauIndonesia.com-Seingat saya ada beberapa artikel yang menulis tentang keberadaan Orang Laut, kemudian saya kirimkan sanggahan: Orang Laut dan Bajau itu “serupa tapi tak sama”… DADARUA BO NGGAI DAKA SAMA… Apa saja yang serupa?

  • Rumah Orang Laut dibangun di atas air.
  • Perahu yang digunakan melaut oleh Orang Laut, serupa dengan Soppe’ Sama.
    Sudah itu saja yang serupa, selebihnya nggak ada yang sama.
    Kita coba lihat latar belakang Sejarahnya, nah: Semasa Kadatuan Sriwijaya, ada 4 suku di kawasan Riau yang ditugaskan (dibayar lah) untuk mengamankan Selat Malaka dari ancaman Bajak Laut. 4 Suku itu adalah: Duane, Sakai, Talang Mamak, dan Akit. Pada masa itu karena kiprah mereka di Selat Malaka maka disebut ORANG SELAT.
    Setelah armada perang Kadatuan Sriwijaya luluh lantah pada awal abad ke 11, pengamanan Selat Malaka diambil alih di bawah kekuasaan Rajendra Chola dari Dinasti Cholda berkedudukan di Koromande, India Selatan.
    Tahun 1528 Kesultanan Johor berdiri dibawah kekuasaan Sultan Alauddin Syah, kemudian menjadikan Johor sebagai pusat pemerintahannya. Sejak saat itu, Orang Selat kembali dipercayakan (dibayar) untuk mengamankan Selat Malaka. Mereka bebas leluasa memasuki kawasan Kesultanan Johor, pemimpin-pemimpin mereka bebas keluar-masuk Istana menghadap Sultan untuk melaporkan tugasnya. Adanya kesamaan (rumah dan perahu) Orang Selat dan Orang Bajau, maka sejak saat itulah muncul anggapan bahwa Bajau berasal dari Johor.
    Para peneliti ahli-ahli Sejarah, Antropologi dan Arkeologi, faham “Orang Selat” tidak bisa disamakan dengan Orang Bajau. Sebelumnya para peneliti menyamakan kelompok orang-orang yang hidup di atas air sebagai “sea nomads”. Orang Selat itu hanya berada di kawasan Riau sebagian hidup di sungai, maka tidak tepat apabila mereka disebut “sea nomads”. Sebutan itu hanya pas untuk Orang Bajau saja.
    Sebutan ORANG LAUT muncul pada tahun 1801. Julukan “Orang Laut” itu diberikan oleh para peneliti dari Cambridge University bagi orang-orang yang mukim di kawasan kepulauan Riau. Catatan pertama tentang Bahasa Orang Laut dipublikasikan pada tahu 1814. Pada pertengahan Abad ke 20, para peneliti kembali me-redefinisi kelompok masyarakat yang hidup di atas air sebagai “aquatic peoples”, dan membaginya menjadi 3 kelompok masyarakat berdasarkan wilayah yang ditempati, yaitu:
  1. ORANG LAUT dari Selat Melaka selatan;
  2. MOKEN/MOKLEN dan URAK LAWOI (artinya Orang Laut) di Selat utara; dan
  3. BAJAU dari Kepulauan Sulu dan Indonesia bagian timur.
    Anak-anakku tersayang semua yang membaca WebMedia ini, saya yakin kalian semua orang-orang “terpelajar” yang tidak akan mau ikut-ikutan (latah) apa kata orang tanpa ada bukti-bukti ilmiah sebagai landasan berpikir (paradigma). Kalau masih ada yang kurang jelas, silahkan kalian tanyakan, nah.

Semoga bermanfaat.

Sumber FB : Zulkifli Azir Editor : Prabu Siliwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!
Silakan kirim chat
1
Silakan Chat
Untuk Informasi seputar Bajau, Silakan Chat kami...Sallah Pasidakauang,,,(Salam Persatuan)