oleh

Menatap ke Laut, Menunggu Sang Ayah

Masyarakat Bajau adalah pelaut tangguh. Ombak yang bergulung-gulung dianggapnya sahabat.

Angin kencang, guntur dan kilat yang menyambar di atas angkasa tak meredupkan hati para pelaut masyarakat Bajau untuk mencarikan anaknya sesuap nasi.

Sungguh,orang Bajau layak dikatakan pelaut penakluk lautan.

Mereka tak pernah surut bila bepergian melintasi lautan nan luas. Memancing ikan di musim-musim pancaroba tidak membuat hatinya kecut.

Apabila sang suami pergi memancing ikan ke laut,cukup melihat anak dan wajah istrinya yang mengantarkanya ke perahunya menjadi penyemangatnya bila bepergian untuk memancing ikan.

Sebaliknya, istri dan anaknya bila melepas sang suami pergi sang istri akan menunggu sejenak menatap ke laut sambil berdoa ke Allah atas kemudahan reskinya.

(Ngammal mintidda aku untuk atotoa lilla ja barah dibunan dalle para ma pore missi ja. Artinya, saya berdoa terus semoga para orang tua laki-laki diberi reski banyak yang pergi memancing, ujar Bu Nurhanifa,sabtu 30/2021).