Berita  

Kerasnya kehidupan seorang Nelayan

Arifin Samiun

Hamparan Pesisir yang luas dipandang,Chaya mentari mulai terbenam, menandakan bahwa bumi berputar bergantinya siang dan malam,Waktu demi waktu, terdengarlah derasnya suara Gemuru angin dan ombak,menepis pinggiran pantai.tak pantang meyerah seorang nelayan mengayunkan gayun,

dan berpinda-pinda dari tempat satu ketempat lainya. agar bisa berharap hasil tangkapan ikan bisa lebih banyak, untuk membantu perekonomian keseharian mereka,

banner 325x300

Ketika tiba waktu mulai petang, langit kelihatan hitam, dan arwa kehinginan malam suda terasa,
Di saat kami temui salah satu nelayan desa bajo sangkuang,Bernama (AS) yang masi aktif untuk memancing ikan (wpp 715), wilaya pengkapan perikanan 715 Maluku utara kabupaten halsel,

Nelayan tersebut berasal dari suku bajo sangkuang suku tersebut di kenal sebagai suku pengembara laut atau manusia laut,Suku ini adalah suku bangsa nusantara yang hidup di lauat ,Letak Geografis desa ini berada di Provinsi maluku utara kabupaten halmahera selatan, kecematan kepulaun boatang lomang,

BACA JUGA:  Amerika Serikat Membuat Film Bajau "The Call From the Sea," Menyingkap Suku Bajau di Sulawesi yang Terancam Punah

Nelayan tersebut menghabiskan waktu selama dua hari untuk melaut .dengan modal perahu katinting panjang perahu 7m, kekuatan mesin 5,5pk,terombang ambing di lautan,dengan modal melaut yang besar penghasilan yang kecil,(AS) Pantang meyerah,

Dengan modal yang begitu besar. dan penghasilan yang relatif kecil.(As) Pantang meyerah dengan pahitnya kehidupan yang di rasakan Disaat di mintai keterangan Dengan suara yang lantang,(AS) ketika dikonfirmasi dengan bahasa sehari- hari. bapak (AS) ini Buang bicara, so dua hari kita mangael hasil ikan juga paya ,Tara sama deng dulu-dulu.kalu dulu, satu hari saja tong mangael tong penghasilan deng puluhan kilo,Kendala pertama adalah, faktor Cuaca yang kurang bagus. sehingga dapat mempengaruhi hasil tangkapan,
Kendala kedua, dengan bahsa sehari hari. bapak (As) Buang bicara, mungkin faktor tong pelaut kotor akibat Sampa .sehingga mempengaruhi tong pe hasil tangkapan,

BACA JUGA:  Rapat Kordinasi Terbatas Lintas Sektoral Di Pimpin Kades Sapeken Mengantisipasi Covid-19 di Pendopo Balai Desa
Pulau Mamboat

Kendala ketiga, tong pe karang tampa ikan peruma. deng ikan pe tampa mancari makan so abis rusak, kalau karang so mati abis ikan-ikan mo tingal dimana ?

Maksud pak as selain dari pada cuaca, yang mempengaruhi hasil dari pada tangkapan ikan,Ada beberapa faktor juga yang bisa mempengaruhi hasil tangkapan,
Laut kotor akibat limba sampa,dapat mempengaruhi hasil tangkapan,Kemudian terumbukarang sebgai tempat atau rumah organisme yang ada di laut, ketika rusak maka bisa juga mempengaruhi hasil dari tangkapan mereka ,itulah sepata kata yang di sampaikan oleh pak As, disaat di konfirmasi oleh (Ar) Tong jaga tong Pe Laut biar tong Pe anak-anak deng cucu bisa nikmati hasil dari pada alam laut itu sendiri,

error: Content is protected !!